Jak Pro

Berita dan Informasi

tipes

Jakpro – Hampir 100 ribu orang Indonesia terinfeksi tipes setiap tahun. Tifus disebabkan oleh sanitasi yang buruk dan juga makanan atau benda yang telah terkontaminasi bakteri Salmonella typhi. Maka dari itu sangat penting untuk mencuci tangan dan menjaga kebersihan setiap hari.

tipes

Diagnosis Tipes

1. Wawancara

Dokter akan melakukan wawancara gejala yang dialami pasien dan faktor risiko terjadinya penyakit tipes. Gejala biasanya meliputi sakit kepala, kelelahan, demam, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, sakit perut, batuk kering, lemah, diare atau sembelit, ruam merah kulit. Proses wawancara ini sangat penting sehingga jawablah dengan jujur sesuai dengan yang dialami agar tidak salah memberikan diagnosa.

2. Pemeriksaan fisik

Setelah melakukan proses wawancara, dokter akan melihat permukaan kulit pasien yang dicurigai mengalami penyakit tipes untuk melihat apakah ada muncul gejala misalnya ruam merah di bagian perut dan leher.

  • Tes darah

Bagi kebanyakan pasien tifus, anemia ringan ditunjukkan dalam hasil tes darah, meningkatkan tingkat pengendapan darah, limfosit dan trombosit rendah. Penderita tifus juga mungkin mengalami ketidakseimbangan elektrolit darah, peningkatan kadar enzim hati dan bilirubin.

  • Tes serologi
  • Tes widal

Selama beberapa dekade, tes widal telah menjadi metode paling umum untuk mendiagnosa tipes. Antibodi antigen H dan O Salmonella typhi akan dideteksi menggunakan tes ini. Sayangnya tes ini tidak digunakan lagi di negara maju.

Hasilnya seringkali kurang akurat karena ada berbagai penyebab faktor. Namun tes widal tetap digunakan di Indonesia untuk mendiagnosa tipes. Pasalnya, fasilitas sanitasi masih terbatas, jika titer aglutinin ≥1 / 320 maka hasil positif uji widal meningkatkan dugaan tipes.

  • Tes tubex

Tes tubex lebih akurat yang mendeteksi antibodi IgM terdahap O9 antigen dari S. typhi.

5. Tes antigen demam tifoid

  • Kultur

Standar untuk mendiagnosa tipes adalah sumsum tulang. Namun, proses ini bisa sangat menyakitkan dan biasanya butuh waktu lama untuk mendapatkan hasil. Oleh karena itu, dokter jarang menganjurkan tes ini. Bukan hanya sumsum tulang juga namun juga darah, muntah, tinja.

  • Tes PCR

Tes PCR sangat efektif dalam melajukan diagnosa tifus. Tes tersebut menggunakan sampel darah dan urin pasien.

Cara mengobati Tipes

Pengobatan demam tifoid biasanya bergantung pada tingkat keparahan kondisi dan lamanya penyakit pasien yang diderita. Beberapa cara untuk mengatasi tipes jenis ini antara lain:

1. Obat-obatan

  • Antibiotik

Antibiotik paling efektif karena bakteri adalah penyebab penyakit ini, secara umum setelah minum antibiotik, gejala tifus akan membaik. Namun ini tidak berarti Anda bisa berhenti minum antibiotik. Anda harus minum antibiotik sesuai jangka waktu minum yang dianjurkan oleh dokter. Biasanya obat antibiotik harus dikonsumsi sekitar 7-14 hari. Antibiotik untuk tifus yang paling umum adalah doksisiklin, siprofloksasin, dan kloramfenikol.

  • Obat penurun demam

Obat penurun demam yang diberikan biasanya adalah ibuprofen dan parasetamol.

2. Perawatan mandiri di rumah

Penderita juga dapat melakukan tindakan pencegahan di rumah dalam mempercepat penyembuhan tifus yaitu dengan beristirahat yang cukup, minum banyak air. makan secara teratur atau mencoba makan lebih sedikit tapi sering, dan sering mencuci tangan untuk menjaga kebersihan tangan sehingga pasien dapat mencegah penularan ke orang lain.

Gunakan direktori penyakit yang ditawarkan oleh www.SehatQ.com untuk mengetahui berbagai informasi lengkap tentang penyakit tifus. Anda bahkan bisa chat dokter untuk menanyakan tentang kesehatan hanya di SehatQ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *